Motor JAWA ini Sanggup Tembus 260 Km/h!

BILL IVY & PERUBAHAN

Sebenarnya JAWA juga nggak kehabisan akal buat tuning mesin V4 ini. Karena menurut mereka suhu itu jadi biang kerok pemuaian logam, Zdenek Tichy akhirnya pasang pompa radiator khusus untuk menggantikan sirkulasi termosiphon sebelumnya.

Selain itu, mereka juga menambahkan pompa oli samping otomatis berikut jalur khusus buat melumasi bagian kruk-as dan part lainnya. Nah akhirnya! Ini baru namanya mirip V4 nya Yamaha motor canggih beneran!

Selain soal teknis, JAWA juga memperbaiki hubungan bisnis mereka dengan kubu Blok Barat, khususnya yang bisa dilego pakai cuan. Ya, yang saya maksud Italia. Hasilnya, pabrikan Cekoslovakia ini sukses mendapatkan material logam dengan kualitas lebih baik, plus bisa membeli karburator racikan Dell’Orto yang waktu itu jadi andalan MV Agusta.

Frantisek (Franta) Stastny

Perubahan tadi bikin JAWA 350 V4 dikit-dikit bisa lah maju ke garis depan. Apalagi sejak Honda exit dari kelas GP 350 dan Yamaha memutuskan nggak ikutan kelas GP350 secara penuh… Otomatis target yang harus mereka kejar hanyalah duo MV Agusta dan Giacomo Agostini.

Puncaknya di balapan GP Cekoslovakia musim 1968, alias kandangnya brand JAWA Motor, pebalap nasional mereka Franta Statsny yang waktu itu geber JAWA 350 V4 sukses menduduki podium ketiga dikelas GP350. Statsny cuma kalah dari sang legend Giacomo Agostini, plus dari rider MZ yang amunisi 2-Tak nya ngeri-ngeri sedap.

Stastny & Agostini

Meski sudah terlihat ada kemajuan dibanding musim 1967, team JAWA menganggap masih ada yang kurang. Soalnya, meskipun sukses dapet podium bareng motor barunya, tapi Statsny cuma bisa finish di posisi 8 klasemen akhir.

Dan puzzle terakhir yang dibutuhkan oleh Zdenek Tichy & Team JAWA di Cekoslovakia adalah sosok rider baru… Rider yang bukan cuma cepat diatas trek, tapi juga rider yang berpengalaman soal development motor, plus punya pengalaman sebagai Juara Dunia.

Dewi fortuna seolah berpihak ke JAWA pada akhir musim 1968. Gara-gara kecewa dengan keputusan FIM yang merubah total regulasi dikelas 125, 250 & 350cc, tim factory Yamaha akhirnya ngikutin jejak Honda exit dari balapan GP. Otomatis, ini membuat 2 rider utama mereka, Phil Read & Bill Ivy, mendadak jadi auto pengangguran.

Phil Read memutuskan buat lanjut balap jadi rider tim privateer Yamaha. Sementara Bill Ivy yang dirugikan akibat skandalnya dengan Phil Read di musim sebelumnya, pensiun dari dunia Roda 2 kemudian menjajal peruntungan baru dibalapan Formula 2. Sayangnya akibat kurangnya sponsor, karir Bill Ivy di Formula 2 otomatis auto diujung tanduk. Nah ini, kesempatan besar buat JAWA!

Bill Ivy

Lewat perantara Statsny, JAWA Motors kemudian menawarkan kontrak untuk menjadikan Bill Ivy sebagai rider utama mereka di musim 1969. Tapi Bill Ivy nggak mau nerima begitu saja… Do’i langsung terbang ke markas JAWA di Praha buat ngelihat gimana effort mereka sebelum menyetujui soal kontrak.

Dan seperti yang bisa kita duga, sumber daya JAWA Motor ternyata jauh banget dibawah level tim factory Yamaha. Tapi setelah melihat sendiri bagaimana antusiasme dari seluruh tim JAWA, kemudian fans di Cekoslovakia yang fanatik banget sama merk ini – sekaligus menganggap sosok Bill Ivy ibarat juru selamat buat mendekati titel Juara Dunia… Bill Ivy akhirnya sepakat bergabung.

Bill Ivy & JAWA 350 Typ 673

Perubahan secara teknis juga kembali dilakukan JAWA. Di sektor permesinan, JAWA mengaplikasikan electronic ignition. Kemudian dari sisi sasis – berkat postur Bill Ivy yang mungil – JAWA mengubah total geometri 350 Typ 673 dengan tambahan suspensi belakang adjustable, per shock dengan dual rising rate compression, suspense depan Ceriani, sama tromol pengereman kali ini dibikin pakai Magnesium.

Sebenarnya bisa dibilang inilah ubahan yang paling signifikan di JAWA 350 V4 selama 2 musim terakhir. Karena terlalu fokus tuning mesin V4 yang nggak selesai-selesai, mereka lupa kalau sasisnya itu tetap berat, kaku, dan nggak bersahabat sama rider. Karena sasisnya berat, mereka bahkan pakai tangki dari plastic buat ngurangin bobot.

Jadi kebayang kan gimana horornya kalau crash diatas motor ini. Which is sebelumnya sering banget kejadian.

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s