The Story of Honda NR500

1979 – Kenyataan Pahit

Honda NR500-1 (0X)

1979 adalah salah satu musim yang diisi duel panas Kenny Roberts Sr & Barry Sheene, duel antara tim Yamaha & Suzuki memperebutkan tahta raja GP500. Tapi dibalik layar, ada anak baru yang mulai mencoba peruntungannya dikancah GP500. Ya, pada gelaran GP Silverstrone musim 1979, Honda memperkenalkan jagoan terbarunya yang bernama NR500 – alias kepanjangan dari New Racer yang merupakan project motor ini.

Meskipun harus mengalami berbagai delay karena persoalan teknis, sehingga baru bisa berlaga di seri akhir musim… Tapi boy oh boy, Honda NR500 langsung bikin penasaran seluruh paddock GP500 waktu itu.

Hal ini bukan cuma dari mesin V4 Oval Piston nya yang punya lengkingan suara bikin bergidik. Hampir semua aspek dari motor ini juga bikin kaget balapan GP500 waktu itu. Dari sisi sasis contohnya, Honda NR500 ini sudah pakai sasis monokok aluminium yang dipress dan langsung disambung ke segitiga komstir. Velg nya pakai magnesium, kemudian suspensi depannya pakai upside down yang masih langka banget waktu itu. Piringan cakramnya bahkan sudah pakai Carbon lho! Gila, ini motor tahun 1979 tapi teknologinya bahkan baru ditemui 2 sampai 3 dekade kemudian.

Ini masih belum ditambah seabrek part lain dengan material eksotis diera tersebut, contohnya kayak Alumunium Forged, Carbon Fiber dan Magnesium.

Disaksikan langsung oleh sang maestro Soichiro Honda yang duduk di kursi VIP, GP Silverstone musim 1979 jadi pil pahit pertama yang dirasakan engineer New Racing. Dua NR500 yang di tunggangi oleh Mick Grant & Takazumi Katayama sama sekali nggak finish. NR500 Mick Grant menumpahkan oli ke track setelah wheelie saat start. Sementara NR500 milik Katayama terpaksa berhenti ditengah race karena problem kelistrikan.

Tapi yang lebih menyakitkan bukan cuma gagal finish. Honda NR500 ini ternyata juga jauh tertinggal dari RG500 & YZR500 dari sisi performa, plus punya seabrek problem yang bikin pusing. Problem pertama adalah soal sasis monokok yang menyusahkan teknisi saat pembongkaran mesin, bahkan untuk sekedar ganti main jet pilot jet karburator pun kudu bongkar monokok. Ini membuat Honda harus membuat 2 shift kerja mekanik, untuk bongkar pasang NR500 selama 24 jam nonstop.

Dorong teroooss

Kedua, karena NR500 punya ukuran piston oval dan langkah stroke super pendek, rider pun kesusahan saat push start (start didorong) – karena waktu itu belum ada regulasi standing start. Apalagi, idle RPM alias motor ini baru nyala sewaktu RPM nya berada diatas 7.000 RPM. Mick Grant bahkan mengakui rider Honda harus latihan fitness ekstra untuk bisa mendorong NR500.

Problem ketiga, meskipun sasis monokok Honda NR500 jauh lebih ringan dari sasis tubular competitor, tapi mesin 4-Tak punya bobot yang lebih berat dibanding mesin 2-Tak. Katika dikombinasi, defisit bobot NR500 ini bukan cuma sekilo dua kilo ya, tapi ternyata sampai 20 kilogram! Teknisi Honda NR500 bahkan sampai harus mengamplas part cover mesin magnesiumnya, untuk mendapat pengurangan bobot 100-200 gram.

Problem keempat, saat test dyno di lapangan, ternyata power yang dihasilkan NR500 hanya sekitar 100 HP saja – alias tertinggal sekitar 20 HP dari RG500 & YZR500 tahun sebelumnya.

Fiyuh… Saking banyaknya problem di Honda NR500, saat itu Mick Grant, rider utama tim Factory Honda menuduh engineer New Racing sengaja mengisi bensinnya hanya setengah tangki, supaya NR500 berhenti ditengah race, dan nggak sampai dioverlap, dipermalukan oleh RG500 & YZR500 didepan mata Honda-san.

Move on ke race kedua Honda NR500 di sirkuit LeMans, Perancis, kondisinya bahkan jauh lebih ekstrim lagi. Mick Grant & Takazumi Katayama bahkan nggak mampu lolos kualifikasi. Atau simpelnya, jangankan dikalahkan sewaktu race, bahkan sebelum race pun tim engineer New Racing harus beres-beres pulang duluan. It was a disaster!

Tapi sebelum dibawa pulang dan dianalisa ke Jepang, tim Honda membawa NR500 ke race domestik di Donington Park, Inggris, sebagai bahan evaluasi terakhir. Setelah melaju beberapa lap, akhirnya ditemui fakta menyakitkan lainnya, Honda NR500 ketinggalan 2 detik per lap dibanding rekor laptime motor 2-Tak sekelas.

Tim New Racing pun pulang kampung ke Jepang dengan perasaan pilu yang mendalam – khususnya bagi 3 orang utama di project NR, Takeo Fukui yang menjadi project leader New Racing, Suguru Kanazawa yang bertanggung jawab soal mesin Oval Piston, dan Satoru Horiike yang menjadi leader sasis monokok NR500.

Dengan seabrek problem yang luar biasa musingin, defisit power yang begitu besar, dan tim yang kehilangan kepercayaan diri setelah dipermalukan kompetitor. Bagaimana cara mereka bangkit di musim selanjutnya? Ternyata, mereka masih belum mau menyerah.

Honda NR500-1 (0X)

4-Stroke, 499cc, 100° V4 Oval Piston, Magnesium Engine

Dual Side-Mounted Radiator, DOHC 32 Valves, Cam-Gear Train

6-Speed Gearbox, with Back Torque Limiter

Alumunium Monocoque Frame, Upside Down Front Suspension

Magnesium Sprockets, Swingarm, Comstar Magnesium Wheels

110 PS @ 17.500 RPM

One comment

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s