The Story of Honda NR500

1978 – OVAL PISTON

Assembly Honda NR

Memasuki awal tahun 1978, project New Racing dimulai. Saat itu, yang menjadi benchmark pengembangan adalah Suzuki RG500 dan Yamaha YZR500 yang rata-rata punya output power diatas 120 HP. Sebagai basis awalnya, engineer Honda membuat konsep mesin 4-Tak V8, alias mesin 8 silinder berkapasitas 500cc. Mesin V8 ini ternyata mampu menghasilkan estimasi power hingga 130 HP diputaran mesin mind-blowing, 23.000 RPM. Ouput power yang mampu bejaban dengan RG & YZR, meskipun dengan putaran RPM yang 2 kali lipat lebih tinggi dibanding competitor.

So tanpa pikir panjang, mesin inilah yang bakal jadi basis pengembangan project New Racing. Tapi yang jadi masalah, regulasi menuliskan maksimum penggunaan silinder di GP500 itu cuma 4 biji doang. Nah terus gimana caranya mengurangi 4 silinder mesin V8 tadi? Dan masalah lebih besar selanjutnya, gimana caranya mengurangi silinder tadi, tanpa mengorbankan power?

Engineer muda Honda punya seabrek ide soal problem ini. Tapi, ditengah keputus-asaan, yang mereka pilih sebagai jalan keluar, justru adalah yang paling ribet, paling kompleks, paling nyusahin, dan sekaligus yang paling gede juga rewardnya: Oval Piston. Thanks untuk ide sekilas dari Soichiro Irimajiri yang terinspirasi dari lampu lalu lintas berbentuk oval, dan dianggap serius sama tim engineer Honda.

Simpelnya, Honda saat itu ingin membuat mesin V8 terlihat seperti V4 – dengan cara melakban 2 pistonnya jadi satu. Jadi deh 4 piston, ya kan?

Oval Piston

Oval piston yang digunakan ini awalnya dites menggunakan konfigurasi 2-valve, kemudian naik ke 4-klep, kemudian ditambah lagi jumlahnya menjadi 8-klep yang menjadi goal seperti halnya di konsep V8 mereka. Tapi, semakin banyak klep yang dipakai, semakin banyak juga problemnya. Kemudian semakin tinggi engineer Honda mengetes putaran maksimum mesinnya melewati 10.000 RPM, mesin ini semakin tinggi juga presentase jebolnya. Dan ingat, target mereka harus bikin mesin yang bisa menjerit sampai 20.000 RPM lebih.

Belajar dari mahakarya Honda-six sebelumnya, para engineer Honda memanfaatkan berbagai teknologi tadi ke project New Racing. Beberapa diantaranya seperti gear-driven camshaft, nggak pakai flywheel, dan teknologi metalurgi kelas tinggi yang memang spesifik ditujukan untuk motor dengan RPM ekstrim. Tapi bahkan dengan bantuan tersebut, mesin ini masih jauh dari kata sempurna.

Contohnya, karena mesin oval piston ini pakai 2 setang piston dalam 1 silinder, otomatis ukuran keduanya juga harus presisi sampai ukuran mikron. Kalau tetap dipaksa, salah satu setang pistonnya bakal loncat keluar dari pen piston saat digeber di RPM tinggi karena factor balancing tadi. Honda sampai harus menggabungkan effort project New Racing, R&D, dan Tim Engineering mereka untuk menyelesaikan masalah metalurgi & kepresisian machining ini.

Problem selanjutnya ada di back torque yang ekstrim dan bisa bikin ban belakang slip tiba-tiba sewaktu deselerasi, karena mesin Oval Piston ini nggak pakai flywheel dan naik-turun RPM nya itu ekstrim banget. Untuk mengakali masalah tadi, Honda membekali mesin Oval Piston ini dengan teknologi Back Torque Limiter yang pertama kali dipakai waktu itu. Di dunia modern kayak sekarang, teknologi ini kita kenal dengan nama Assist-Slipper Clutch.

Dan itu belum semuanya, problem yang paling musingin adalah… Ya, ring piston nya! Sampai sekarang pun saya masih nggak ngerti gimana caranya Honda menciptakan ring khusus buat piston oval yang tahan digeber sampai 20.000 RPM… For pete sake, soal ginian cuma Tuhan & Honda yang tahu rahasianya. Tapi thanks untuk kerjasama engineer New Racing & tim metalurgi Honda Engineering, masalah ini berhasil diselesaikan sewaktu memasuki tahun 1979… Dengan bonus majunya teknologi engineering Honda dalam hal kualitas machining & metalurgi. Thanks untuk mesin nyusahin mereka.

Setelah pengetesan mesin oval piston versi silinder tunggal berhasil, engineer New Racing langsung membuat versi V4 nya, dengan bank angle 100°. Lewat pengetesan diatas mesin dyno, powernya saat itu menunjukkan angka 110 HP di kitiran mesin 16.000 RPM. Merasa powernya sudah cukup untuk menyaingi pesaing 2-Tak dari Yamaha & Suzuki, engineer Honda ini kemudian memutuskan membawa mesin oval piston ke pengetesan yang sesungguhnya, diatas track.

One comment

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s