The Story of Honda NR500 (Part 2)

1980 – Down To Earth

Takazumi Katayama (Honda NR500-2 1X)

Meski project ini diisi oleh sekitar 100 engineer muda dengan semangat yang berapi-api plus sisi finansial yang bisa disebut unlimited di era tersebut, tapi nyatanya generasi kedua NR500 ini telat-lagi-telat-lagi selesainya. Ya, NR500 baru ikutan musim 1980 pada seri keenam GP500 di sirkuit Imatra Finlandia. Kalau ada yang mikir nggak telat-telat banget, well, GP500 musim 1980 itu cuma diselenggarakan 8 seri. So ya, bisa dibilang telat kan?

Di seri Finlandia, Takazumi Katayama mampu lolos timing sesi kualifikasi, membuat tim New Racing bisa sedikit tersenyum. Tapi feeling happy tadi nggak berlangsung lama, karena setelah dibongkar pasca kualifikasi, mesin oval piston NR500 ini ternyata sudah hampir jebol total – setelah dipaksa diatas 18.000 RPM terus-terusan oleh Katayama. Tim Honda pun mengundurkan diri, karena ternyata mereka juga sudah memakai semua sparepart NR500 untuk bisa lolos kualifikasi. Mesin jebol, sparepart habis, game over.

World Champion Kenny Roberts Sr. vs Takazumi Katayama

Lanjut di seri selanjutnya di Silverstone, Katayama kembali unjuk gigi dengan lolos sesi kualifikasi. Tapi sayangnya, sewaktu race, Honda NR500 tunggangannya jadi bulan-bulanan RG500 dan YZR500 yang jauh lebih superior secara performa. Pun demikian di seri terakhir di Nurburgring-Nordschleife, meski mampu lolos kualifikasi, tapi Katayama hanya mampu finish di posisi ke 12. Lagi-lagi, NR500 dipermalukan oleh para kompetitornya.

Setelah mengumpulkan data penting soal musim 1980, akhirnya diambil kesimpulan kalau Honda NR500 bukan cuma kalah power dari lawan yang bermesin 2-Tak. Tapi juga sekaligus jauh lebih berat dibanding competitor lain dikelas GP500. Perubahan sasis dan penguatan komponen mesin menjadi biang kerok bertambahnya bobot NR500 generasi kedua. Ditambah lagi, competitor seperti Yamaha & Suzuki juga sudah mulai mengcopy teknologi metalurgi Honda yang mengandalkan material eksotis seperti Alumunium Forged, Magnesium dan Titanium. Hal ini membuat selisih berat NR500 dengan lawan sekelas jadi makin timpang parah.

Takazumi Katayama – NR500-2 (1X)

Tapi kabar baik bagi engineer Honda, mesin oval piston NR500 mengalami kemajuan yang luar biasa pesat. Dari yang awalnya cuma punya power 100-110 HP saat awal diperkenalkan ke public, pada akhir musim 1980 saat ditest ternyata powernya sudah melonjak sampai 120 HP. Ditambah dengan ubahan sudut bank angle mesin V4 nya dari 100° ke 90°, NR500 diklaim sudah mampu menghasilkan power hingga 130 HP diputaran 19.000 RPM.

Kabar buruknya, GP500 bakal segera memasuki musim 1981. Loh, emangnya ada apa dengan 1981? Well, kalau kalian ingat di video sebelumnya, salah satu goal Honda secara korporasi saat comeback ke GP500 adalah dengan menjadi juara dunia dalam jangka 3 tahun. Coba kita ingat-ingat, kalau 1979 adalah tahun perdana, 1980 tahun kedua, maka tahun terakhirnya nya adalah… Ya, 1981.

Honda NR500-2 (1X)

4-Stroke, 499cc, 100° V4 Oval Piston, Magnesium Engine

Liquid Cooled, DOHC 32 Valves, Cam-Gear Train

6-Speed Gearbox, with Back Torque Limiter

Maxton Steel Frame, Telescopic Front Suspension

Maxton Monoshock, Alumunium Swingarm, Comstar Wheels

120 HP @ 19.000 RPM

2 comments

  1. Akhirnya terpuaskan lagi membaca narasi bro Eno yg cocok buat saya. Jujur saya termasuk tipe konservatif, lebih suka baca drpd nonton yutub. Keep posting, kangbro.

    • sama bro, saya lebih suka baca dibanding didongengin orang, makanya saya ga suka podkes yutub, saya termasuk golongan visual learner akut, mending liat foto atw video tanpa sound tapi ada caption, kalo dimixed-up sama sound sebagai narasi saya malah jadi buyar fokus.

      thanks buat mang eno yang masih nulis artikel berbobot.

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s