Honda NS500, Ketika Honda Dipaksa Bikin Motor Balap 2-Tak

1984 – Formula Baru

Honda NSR500 (NV0A)

Ada banyak banget perubahan buat Honda sewaktu masuk ke musim 1984. Alasannya karena, pertama, Michelin menghadirkan ban revolusioner bertipe Radial yang kemampuan yang jauh lebih friendly dibanding ban bias-ply di versi sebelumnya. Soalnya tipe ban ini lebih empuk dan lebih tahan gejala overheat meskipun digeber sampai limit. Faktor yang kedua adalah kiprah motor V4 Yamaha yang mulai nyetel menjelang akhir musim lalu.

Karena dua faktor ini, HRC memutuskan buat mendevelop motor yang bener-bener baru (lagi), tapi kali ini pakai mesin V4 generasi terbaru, persis kayak Yamaha. Honda juga mengumumkan bakal menyetop development NS500 dan langsung fokus ke motor balap V4. Loh, cuma gitu doang kang endingnya? Well, ternyata nggak demikian realnya dilapangan.

Sayangnya, seakan nggak belajar dari NR500, proyek motor balap V4 Honda justru menemui hambatan karena konsep yang dipakai mereka waktu itu terlalu ekstrim buat balap GP500. So, sama kayak NR, proyek motor baru Honda ini juga berakhir dengan problem yang lumayan kompleks.

Randy Mamola – Honda NS500

Karena itulah, Freddie Spencer yang kebagian jatah prototype V4 terbaru sampai minta dikasih NS500 cadangan di paddock sebagai motor back-up. Di musim ini Honda NS500 sukses membawa Spencer menjuarai 2 seri bareng NS. Sementara Randy Mamola yang disia-siakan Suzuki dan pindah ke Honda, justru tampil luar biasa bareng NS500 dengan mencatatkan 2 juara seri.

Sayangnya, Freddie Spencer gagal mempertahankan titel Juara Dunia musim lalu gara-gara kebanyakan cidera sewaktu coba menjinakkan motor baru Honda. Di musim 1985, dengan hadirnya penyempurnaan di motor V4 mereka, posisi NS500 makin terpinggirkan sebagai motor cadangan di paddock tim factory Honda. Kemenangan terakhir NS tercatat di GP Belanda, sebelum akhirnya pada musim 1986 NS500 sudah nggak mampu lagi bersaing sama monster V4 yang punya performa jauh lebih mengerikan.

Di musim 1987, untuk kedua kalinya Honda mengumumkan NS500 bakal pensiun dari kelas premier dan fokus ke project ke V4 mereka yang lebih potensial. Dan kali ini beneran… Proyek NS500 yang sukses mengantarkan Honda menjadi Double World Champion yang pertama kalinya di kelas premier, akhirnya secara resmi distop.

Randy Mamola – Honda NS500 (NS2C)

Meskipun semuanya terkesan kayak proyek jilat ludah dari Honda yang sebelumnya mengagungkan mesin 4-Tak. Tapi pada akhirnya, bareng NS500, mereka melakukannya dengan cara yang unik dan beda dari kompetitor… You know, the Honda-way. Dan proyek ini sukses besar bahkan dari race pertama NS500 ikutan balap GP500.

Tapi nggak usah khawatir, meskipun umurnya pendek banget, pengganti Honda NS500 bahkan lebih gila lagi konsepnya. Dan bukan cuma gila di konsep, sukses juga lho! Dan bareng YZR500, motor ini juga jadi biang keladi munculnya era baru dibalapan GP500. Eranya Monster V4.

Honda NS500 (NS2C)

2-Stroke, 498cc, 112° V3 Oval Piston, Piston Reed Valve

Liquid Cooled, Magnesium Engine, Nikasil Coating, ATAC Valve

6-Speed Casette-type Gearbox, Alumunium Beam Frame

Alumunium Swingarm, Magnesium Front Fork

Carbon Composite Disc Brake, Marvic Magnesium Wheels

130 HP @ 11.000 RPM | 113 Kg

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s