Evolusi Sport 150cc Yamaha (First Era: 2-Stroke)

Lanjut ke kubu 2-Tak, Yamaha juga punya line-up yang impresif di segmen 150cc. Mind you, kelas ini biasanya diisi oleh produk flagship Yamaha di regional Asia Tenggara… Dimana untuk kasta entry level hingga mid-end, diisi oleh produk 2-Tak berkapasitas 135cc dan yang lebih rendah. Oleh karena itu, pembahasan yang dipenuhi produk 90’an ini full – diisi kelas sportbike.

THUMB-BLOG

Era 2-Tak 150cc ini juga menjadi momen dimana Yamaha Thailand menjadi ujung tombak pabrikan garputala di regional Asia Tenggara. Tambahkan dengan “kegilaan” pasar Thai di era 90-an, maka kita bakal menemui produk paling badass dan punya power tertinggi dibanding seluruh list yang bakal kita bahas kedepannya.

 

Yamaha VR150

 

VR2E

Dikubu 2-Tak, pabrikan berlogo garputala juga punya jagoan dikelas 150cc. Yang pertama adalah Yamaha VR150. Sportbike half fairing yang pertama dirilis pada akhir era 80-an, kemudian mulai populer pada tahun 90-an saat Yamaha merilis versi sporty double disc brake VR150 Special a.k.a VRR150. Motor ini diproduksi di pabrik Yamaha Thailand dan banyak tersebar di regional Asia Tenggara, bahkan sampai ke Amerika Selatan juga.

VR1E

Yamaha VR150 punya desain yang identik dengan sportbike awal era 80-an, dengan body yang meruncing plus lampu depan segiempat yang klasik. Sasisnya pakai tipe twin beam double cradle yang terkenal punya handling kaku kayak *ehem celeng, serta suspensi belakang bertipe monoshock.

VRCHASSIS

Dari sisi permesinan, meskipun nggak pakai mesin 2-silinder seperti FZR150, tapi karena berspek 2-Tak YCLS, maka mesin 147cc silinder tunggal berpendingin cairan milik Yamaha VR150 & VRR150 mampu tembus 28 HP @ 9.500 RPM dan torsi sekitar 21,5 Nm @ 9.000 RPM.

Ditambah dengan bobot yang cuma sekitar 120 kg, nggak heran kalau motor yang satu ini masih jadi idola 2-Tak Lovers yang biasanya dipakai untuk balap trek lurus alias drag race.

 

Yamaha TZR150

 

TZR6E

Lahir sebagai evolusi dari VR150, Yamaha TZR150 diplot sebagai motor 150cc flagship Yamaha pada awal tahun 1990-an. Keyword evolusi yang saya maksud disini bisa dilihat langsung dari desainnya yang sudah mengusung tampilan ala sportbike era 90-an dengan body full fairing & sepasang lampu bulat… Persis seperti moge sport flagship Yamaha lain dipasaran.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Evolusi yang selanjutnya bisa dilihat pada sektor mesinnya. Oke, diatas kertas speknya memang sama persis seperti VR150 – yakni masih berkonfigurasi 147cc silinder tunggal berpendingin cairan + YCLS… Tapi yang menarik, mesin milik Yamaha TZR150 ini sudah mengalipkasikan teknologi Powervalve (YPVS) sehingga powernya melonjak signifikan hingga 33,5 HP @ 10.500 RPM & torsi 22,5 Nm @ 10.000 RPM.

Sayangnya, yang berubah total dari Yamaha TZR150 cuma bagian yang kita bahas sebelumnya. Sementara basis rangka dan mesinnya tetap sama aja kayak punya VR150 dengan sasis twin beam double cradle yang kaku, dan suspensi belakang monoshock (monocross).

TZR3

Dan sama seperti VR150, Yamaha TZR150 juga dijual dengan 2 tipe yang berbeda: TZR150 yang pakai rem belakang tromol, kemudian TZR150R yang pakai rem belakang double disc. Dijual selama 1 dekade dipasar Asia Tenggara, motor yang punya tagline Aero Sport di Thailand ini akhirnya pensiun saat memasuki era 2000’an… Namun pada tahun 1994, TZR digantikan oleh suksesornya yang bahkan jauh lebih gokil.

 

Yamaha TZM150

 

TZM-E

 

Inilah jawaban Yamaha terhadap gebrakan kompetitor yang saling berlomba-lomba merilis sportbike 150cc ultimate kepasar Asia Tenggara. Momen dimana Suzuki punya RG150 Gamma II, Kawasaki punya KRR SE PDK-Tsukigi, Honda punya NSR150 SP… Sementara Yamaha? Mereka punya andalan terbaru bernama Yamaha TZM150.

Beda dari TZR, TZM150 ini pakai basis yang 100% baru & ekslusif! Sasisnya beda, kaki-kakinya beda, desainnya beda, tuning mesinnya beda, bahkan printilan kecil-kecil yang lainnya pun dibuat beda… Hell yeah!

TZM1E

Desainnya bak perpaduan antara body fairing milik flagship 2-Tak TZR250 3XV yang aduhai dan jok tandem ala flagship 4-Tak FZR1000. Buat siapapun yang dipercaya mendesain fairing TZM, salut dari saya… Serius deh, tampang TZM ini tetep menggoda sekalipun dibandingin motor 150cc modern! Dan bukan cuma tampangnya doang, detail motor racikan Malaysia ini juga nggak kalah bikin ngiler.

Sasisnya sudah pakai tipe twinspar alias deltabox, velgnya pakai cast-wheel alumunium 3 palang, suspensi belakang monoshock, dan cakram double disc brake. Dan yang nggak kalah amazing, mesin 150cc 2-Tak dengan teknologi Yamaha Powervalve System (YPVS) ini mampu mengail tenaga maksimum sampai 35 HP lebih dalam kondisi standard –detailnya 35,5 HP @ 10.500 RPM & torsi 24,5 Nm @ 9.500 RPM.

Lucunya, spek power yang dimiliki Yamaha TZM150 ini justru hampir 2 kali lipat tenaga sportbike paling modern milik pabrikan garputala: All-New R15.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sayangnya, regulasi EURO yang mulai diaplikasikan di Asia Tenggara membuat Yamaha TZM150 dan motor sport 150cc 2-Tak lain yang terkenal punya emisi luar biasa tinggi menjadi korban. Memasuki era 2000-an, hanya Kawasaki yang masih setia menjual sport 150cc 2-Tak… Karena dari sisi investment, geng-ijo saat itu emang nggak punya pilihan lain.

Sementara untuk pabrikan dengan kaliber sekelas Yamaha, mereka harus segera move-on ke konsep yang lebih modern.

 

Baca lanjutannya di : Evolusi Sport 150cc Yamaha (Era Kebangkitan)

 

Atau baca series 150cc Yamaha dari masa ke masa:

Evolusi Sport 150cc Yamaha (First Era: 4-Stroke)

Evolusi Sport 150cc Yamaha (First Era: 2-Stroke)

Evolusi Sport 150cc Yamaha (Era Kebangkitan)

Evolusi Sport 150cc Yamaha (Runtuhnya Dinasti Vixion)

Evolusi Sport 150cc Yamaha (Futurevolution)

 

 

5 comments

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s