Tadao Baba, Father of the FireBlade!

THE FIREBLADE LEGACY

Setelah kehadiran FireBlade, banyak hal yang berubah di dunia sportbike. Superbike 750cc dipaksa pakai teknologi yang seeksotik mungkin buat bisa hasilin mesin yang lebih powerful sama lebih lincah juga diatas trek. Superbike 1 liter otomatis jadi nggak relevan. Bahkan Yamaha FZR1000 EXUP yang lahir barengan sama CBR dan punya mesin lebih kenceng, auto nggak laku di benua biru.

Sementara buat FireBlade sendiri, nggak ada yang berubah dari konsepnya selama beberapa tahun kedepan. Meskipun mesinnya sempat berubah dari 893cc, ke 919, 929cc, dan terakhir 954cc… Tapi basic keseimbangan antara power mesin, bobot, sama handling tetap menjadi concern yang utama di generasi Fireblade kedepannya.

Eksistensi FireBlade akhirnya diuji sewaktu anak muda nyentrik dari Yamaha, Kunihiko Miwa bikin konsep revolusioner lainnya yang sekaligus jadi cikal bakal Superbike 1 liter modern: The Legendary Yamaha R1.

Meski dinilai outdated semenjak kedatangan Superbike yang lebih powerful dan lebih canggih kayak Kawasaki ZX-9R, Yamaha R1, terus skakmat dari GSX-R1000 tahun 2001… Tapi kreasi Tadao Baba ini terus berlanjut selama 6 generasi FireBlade sampai terakhir terhenti di tahun 2004 saat Baba pensiun dari Honda.

Di tahun tersebut juga Honda Fireblade berubah total secara spek dan desain menjadi CBR1000RR – yang sekaligus mengikuti perubahan regulasi balapan Superbike di era tersebut. Meskipun kalau boleh jujur, CBR1000RR justru lebih mirip kayak terdesak sama kompetitor yang duluan rilis Superbike 1 liter 4 silinder generasi baru.

Tadao Baba & Desainer Fireblade generasi selanjutnya

Dan kalian tahu nggak, semua desainer Fireblade dari pertama sampai sekarang itu saling berhubungan lho. Tadao Baba adalah desainer FireBlade generasi pertama sampai 2002. Sementara Kyochi Yoshii dan Hirofumi Fukunaga yang bertanggung buat generasi Fireblade dari 2004 sampai 2014 itu adalah muridnya Tadao Baba.

Kemudian Yuzuru Ishikawa & Fuyuki Hosokawa yang menjadi Large Project Leader Fireblade generasi baru dari 2016 sampai CBR1000RR-RRRRR yang paling baru, ternyata adalah muridnya Fuyuki Hosokawa.

Dan yang bakal bikin kalian lebih mind-blowing lagi soal konsistensi orang dibalik FireBlade… Desainer striping CBR1000RR-R edisi 30th Anniversary itu ternyata orang yang sama seperti yang jadi bawahan Tadao Baba mendesain striping CBR900RR edisi pertama!

Sebagai apresiasi untuk jasa Tadao Baba terhadap superbike flagship ini, Honda menghadiahkan plakat yang berisi setiap piston dari 6 generasi FireBlade yang didesain langsung oleh Tadao Baba. Selain itu, huruf kapital “B” di FireBlade di generasi terbaru 2004 dan seterusnya itu dipensiunkan dan diganti pakai tulisan Fireblade biasa dengan huruf B kecil.

Tahu kan B nya itu buat siapa? Yap, Tadao Baba.

Yang unik, berbarengan dengan perilisan CBR1000RR terbaru tahun 2004 dulu, sebelum pensiun, Tadao Baba mendapat penghormatan untuk kongkow dan riding bareng komunitas Honda FireBlade yang telah berkembang jauh lebih masif dari perkiraan Baba-san sebelumnya.

Dan sewaktu ditanya apa pendapatnya soal CBR1000RR yang waktu itu lagi anget-angetnya… Baba-san menjawab:

“Good brakes, good engine and good chassis, but it isn’t fun to ride!”

TADAO BABA on CBR1000RR (2004)

WHAT A LEGEND!

Iklan

44 comments

      • bener banget kang…

        ini enaknya jadi pengunjung warung kang eno..
        jadi tau sejarah nambah wawasan dan inspirasi…

        mau dipuji lagi gak kang..??
        kalo mau, kirimin mama pulsa dulu ya…
        mama lagi dikantor p*lisi

        kaaaaboooorrrrrrrr

  1. Pesan moral yg ane tangkap dr tadao baba ini , ga masalah dr mana tingkat pendidikan seseorang,,,yg penting dia punya semangat,pasion dan konsistensi, serta pekerja keras, niscaya dia dapat memperoleh mimpinya,,,, daripda pendidikan super tinggi sampe S123 sekalipun kalo korupsi dan males2an ya percuma, ngoahahaha….

  2. brati pendekatan yg dilakukan oleh honda emang berbeda dg yamaha ya untuk superbike nya, Kalo R1 kususnya R1 crossplane, lebih mengutamakan kestabilan di mid corner saat high speed cornering, tapi soal nimble dan agility masih kalah sama CBR, bukti nyata ada pada balap British Superbike seri Thruxton yg sirkuitnya amat memanjakan high speed cornering panjang, beberapa minggu lalu dimana di 2 race Josh broks dg R1 nya dapat juara 1 semua, padahal di stright kalah sama S1KR & ZX 10R, sedangkan di sirkuit cadwell park yg sempit dan banyak kelokan naik turun CBR bisa juara di race 2.

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s