Opini : Yamaha Mio 125 cc, Jawaban Realistis di Segmen Skutik

Mio J

 

Yap, Rasanya bosan sudah membahas segmen yang satu ini, Segmen skutik. . . Pasalnya untuk skutik, Kini AHM sangat merajalela dan memimpin jauh terhadap pabrikan garputala, Padahal nama “Mio” memiliki daya tarik tersendiri loh Brosist. . . Tak lain dan tak bukan adalah karena berkat Yamaha Mio lah Skutik menjadi booming hingga seperti sekarang ini. . .

Tapi ada apa dengan Mio yang sekarang ?? Mengapa kini semakin “melempem” ??

 

Mio

 

Salah satu parameter kegagalannya (Selain masalah ‘geol’ dan ‘berdecit’) adalah saat pergeseran Mio Smile “Kaburator” ke Generasi Mio Injeksi (Mio J). . . Dari Analisa EA’s Blog IMHO saat itu Yamaha terlalu cepat menyetop produksi Mio Smile, Padahal permintaan terhadap skutik yang satu ini masih cukup besar. . .

Terlebih penggantinya (Mio J) adalah skutik yang tak terlalu bagus-bagus amat dari sisi desain apalagi Power Mesinnya. . . Sehingga saat Mio GT dirilis sebagai “pendamping” Mio J yang lebih baik dari sisi desain & fitur, Semuanya sudah terlanjur berubah mindset skutik ke pabrikan sayap. . .

Lantas apa yang seharusnya dilakukan untuk mengembalikan kejayaan Mio Series ??

 

New Mio J Engine

 

Yup ! Menawarkan sesuatu yang “lebih” sepertinya bisa menjadi pertimbangan bagi Pabrikan Garputala. . . Salah satu caranya adalah dengan Memberikan kubikasi mesin 125 cc bagi Yamaha Mio. . . Loh kan udah ada Xeon RC & GT125 kang eno ??

Yup benar, Tapi bukan mesin tersebut yang dimaksud dalam pembahasan kita kali ini. . . Tapi lebih ke pengembangan mesin 125 cc milik Xeon RC/GT125 dengan pendinginan udara, Mirip dengan kasus Vario-Beat saat awal mula Boomingnya segmen Skutik. . . Pasalnya dengan kondisi tersebut, IMHO Pamor Mio-Series dapat kembali terangkat dan akhirnya mampu paling tidak mengejar penjualan skutik milik pabrikan sayap yang kini sudah jauh berada di depan. . .

 

Mengapa Mio – Series ?

 

Mio GT White

 

Jelas, Karena segmen skutik Entry-Level adalah segmen yang paling gemuk alias paling besar jumlah penjualannya sekaligus segmen paling menggiurkan bagi Pabrikan masing-masing. . . Toh, Lebih baik bertarung mati-matian di segmen ini ketimbang main di kelas 125cc yang sudah gamblang kini sudah dikuasai mutlak oleh pabrikan sebelah. . . Bahkan deretan skutik-skutik Ganteng, Kencang & Irit 125cc milik Pabrikan garputala seperti GT125 sudah terbukti tak bisa mendekati Vario 125 FI kan ? Apalagi bisa mengejar

 

 

Well. . . Nampaknya kode 2PH yang pernah dilontarkan oleh jajaran blogger kita harus segera menjadi proyek yang jelas. . . Paling tidak kita tunggu sampai awal 2015 bulan depan, karena jika semakin lama maka animo nya akan turun & jadi tak “Heboh” layaknya varian Sport Yamaha. . . Satu lagi, Jika ingin serius mengambil kembali tahta skutik ke genggaman Mio-Series, Extra Effort jelas dibutuhkan ! Apa itu Extra Effort nya ?? Silahkan Brosist artikan sendiri dan tulis di kolom komentar…..

 

So, Yamaha Mio 125 cc. . . Do or Die !

Mio GT

Iklan

16 comments

  1. Dibikin classic seperti vespa..jgn kaya mio fino ato skupi yg diklasik-klasikin. Jadi ada diferensiasi dgn merk sebelah. Mau modern? Beat. Mau klasik? Mio. Mau modern tapi yamaha? T-max #eh

    #keracunanvirusklasik

  2. fitur skutik ymh kurang jos, bandingkan dg kmpetitor. harga boleh sama tp fitur lbih oke ahm, mmang ymh sdah pake diasil dan forged piston. tp opa th orang diluar sana (desa”/orang awam) tntang teknologi bgetuan. mreka melihat y yg ad di dipan mata aj. kl msalah awet mah trgntung yg make, da yg penting perawatan.

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s