Yamaha YZR500, Juara Dunia GP Kelas Premier Perdana Untuk Yamaha !

1978 – YPVS & Yellow Yamaha

Yamaha Power Valve System (YPVS

Setelah menerima pil pahit di musim 1976 & 1977 karena dikalahkan oleh duet Barry Sheene & Suzuki RG500 dengan mesin Square Four yang super powerful. Yamaha dipaksa kembali memutar otak untuk meningkatkan performa YZR500. Motor 2-Tak 4 silinder segaris Yamaha memang punya karakter handling yang lincah, tapi sayangnya kalah jauh secara performa & akselerasi dibanding RG500 milik Suzuki.

Untuk itu, dibalik layar, Yamaha secara misterius mulai mengembangkan teknologi baru di YZR500 berkode 0W35. Teknologi yang bakal merubah karakter motor 2-Tak High Performance sampai sekarang. Namanya adalah YPVS, atau singkatan dari Yamaha Power Valve System. Teknologi ini diklaim Yamaha mampu mengatasi problem mesin 2-Tak di putaran mesin rendah hingga menengah. Problem yang bukan cuma dimiliki Yamaha, tapi termasuk Suzuki juga.

Kenny Roberts Sr.

Kejutan selanjutnya datang dari Amerika… Ya, setelah menjuarai balapan AMA Flat Track & Daytona 200 bareng tim Yamaha USA, Kenny Roberts Sr. menjadi wajah baru dibalapan GP500. Barry Sheene bareng RG500 nya tentu masih menjadi favorit Juara Dunia waktu itu. Tapi, setelah race pembuka di Venezuela, banyak pengamat meyakini Roberts bakal jadi penantang terkuat Sheene di musim selanjutnya.

Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya Kenny Roberts punya skill balap unik yang diwariskan dari balapan Flat Tracker di Amerika…. Dengan bumbu sliding ban belakang & throttle control yang luar biasa presisi. Gabungkan ini dengan teknologi YPVS Yamaha, maka YZR500 yang berpower sedikit lebih rendah pun bisa punya topspeed yang lebih tinggi karena Roberts berani buka throttle lebih awal dibanding rider lain.

Seri pembuka Venezuela dimenangkan oleh Barry Sheene, dimana Roberts masih disibukkan dengan problem mekanikal YZR500. Tapi keberuntungan Roberts datang lebih awal, Barry Sheene terkena virus flu misterius sepulang dari Venezula yang membuat kondisi tubuhnya lemah. Roberts memanfaatkan kondisi ini dengan memenangkan 3 race dan 3 runner-up di 6 race selanjutnya – dimana Barry Sheene hanya mampu finish podium 4 kali.

Kenny Roberts vs Barry Sheene
Kenny Roberts Sr. (YZR500) vs Barry Sheene (RG500)

Barry Sheene mendapat kesempatan kedua saat Kenny Roberts crash di Swedia yang berakibat patah ibu jari. Barry Sheene langsung tancap gas dan memenangkan balapan, sehingga perbedaan poin antara 2 rider ini cuma 3 poin doang. Masuk ke balapan di Silverstone yang jadi kandang Barry Sheene, kedua rider ini battle hidup mati untuk mengamankan posisi leader klasemen. Sejak awal race Barry Sheene mampu mengimbangi Yamaha, namun setelah hujan mengguyur track Silverstone Klasik, skill flat-track Kenny Roberts jadi penentu terbesar. Roberts menjuarai GP Silverstone, sementara Barry Sheene harus puas di posisi 3.

Melawan semua prediksi awal, Kenny Roberts Sr. bareng Yamaha YZR500 nya menjadi juara dunia GP500 musim 1978 – sekaligus awal mula terkenalnya livery kuning strip hitam ala Yamaha USA, yang masih sering dipakai Yamaha bahkan sampai sekarang… Kombo Barry Sheene & RG500 yang fenomenal mampu dihentikan oleh sang rookie. Tapi Suzuki justru nggak begitu ambil pusing, karena mereka masih menguasai title Constructor. Thanks untuk 7 rider di posisi 10 besar, dimana Yamaha hanya memiliki 3 rider. Dan bagi Suzuki, title constructor adalah segalanya.

1979 menjadi duel Roberts vs Sheene yang selanjutnya, Kenny Roberts memenangkan 5 race, sementara Barry Sheene menjuarai 3 diantaranya. Duel maut mereka berdua tersaji di GP Silverstone musim 1979, dimana Roberts & Sheene berduel sampai bendera finish dikibarkan, yang juga terkenal sebagai salah satu race terpanas sepanjang masa.

Meski rival panas diatas track, Barry Sheene & Kenny Roberts justru melakukan aliansi bareng rider top lainnya untuk membuat balapan sendiri bernama World Series. Sebagai tanda kekecewaan terhadap pengelolaan balapan GP oleh FIM.

Barry Sheene, Akai-Yamaha YZR500

Sayangnya untuk Barry Sheene, hubungannya dengan Suzuki tak lagi harmonis seperti dulu. Sheene kerap merasa tidak cocok dengan keputusan Suzuki yang mengutamakan title constructor dibanding rider, begitupun dengan problem mekanikal di motornya. Ditengah negosiasi kontrak musim 1980, Barry secara kontrovesial justru memilih bergabung dengan tim private Yamaha, meninggalkan kursi pebalap nomor 1 Suzuki ke tangan Randy Mamola.

Di musim 1980, duel antara Roberts vs Sheene jilid ketiga justru tak pernah terjadi. Bareng tim private, Sheene kehilangan support tim factory yang begitu superior dimiliki Kenny Roberts. Ketika Barry Sheene mendapat update spek motor jelang akhir musim, semuanya terlambat. Roberts terlanjur mengamankan title Juara Dunia yang ke 3 secara beruntun. Kesimpulannya, rumput tetangga memang selalu terlihat lebih manis dan montok.

Yamaha YZR500 0W35K

2-Stroke, 497cc, Inline Four Liquid Cooled

Reed Valve, Yamaha Power Valve System (YPVS)

Chromoly Steel Frame, Alumunium Swingarm

Monocross Suspension, Magnesium Wheels

105 HP @ 10.500 RPM – 135 Kg

43 comments

  1. wah trnyata motor jepang pertama yg juara motogp itu yamaha ta?
    Tak kira honda,pdahal honda lahir duluan ya pabriknya?
    Well done lah yamaha duet agostini saat itu…
    Gantian ni,mm93 di era skr lg nguber rekornya legenda senior2nya dg honda,apa bs ya mecahin rekornya agostini ni?

    • Yang juara perdana memang Honda masbroo, Tapi di kelas premier Yamaha. . . 😀

      Wahh, Marquez kalo ngejar rekor 1 musim milik Om Vale, Mike Hailwood atau Giacomo Agostini sih masih masuk akal. . .
      Tapi kalo ngejar rekor JurDun Opa Giacomo Agostini pasti susah banget. . . Kalau mau tau alasannya, Coba klik link MV Agusta 500-3 Evoluzione nya masbroo. . . 😀

      • suter 500cc aja bisa 200hp. apalg Honda, pasti lebih. lha wong RGV Gamma aja keteteran lawan NSR 500 di trek lurus. padahal power RGV Gamma 195hp an 1994.

        pasti NSR 5-10hp lebih tinggi dari RGV Gamma.

      • Tambahan gan. Di awal 1980an yamaha sempat merilis tz500 production racer/open class utk tim privateer, speknya sedikit dibawah yzr. ga lama setelahnya honda ikutan merilis rs500 yg speknya sedikit dibawah ns500 fredi spencer. si tz dpt gelar sebagai motor production racer terburuk sepanjang sejarah gp500 krn ga nyaman dipake haha kasian motornya, berbanding terbalik dgn si rs.

  2. wak haji tmcblog waktu smp pasti sempat lihat di tv duel motogp yzr500 yamaha marlboro vs nsr500 honda rothmans vs rgv 500 suzuki luckystrike …..tretteeettrengtengtengtreeeettreng

    *seumuran sih 🙂 wkkwk

    • Sedikit pencerahan dari nubie, mang KBY 😀
      Honda menang Juara Konstruktor tahun 1966, Tapi gagal jadi juara dunia. . . Soalnya Opa Mike Hailwood (Honda) kalah poin lawan Opa Giacomo Agostini (MV Agusta). . .
      Poin Akhirnya Giacomo = 36 , Hailwood = 30. . . 😀
      Nah kalau Yamaha itu berhasil Jadi Juara Dunia pertama bareng Opa Giacomo waktu pindah ke Yamaha. . . Moga membantu mang 😀

      • Loh di web motogp, taun 66 itu kalau namanya nongol bukan berarti dia juara dunia di tahun itu kan? Kalau bukan Honda kenapa Namanya nongol yak? Msh bingung ini sayah hiks….

      • Juara Konstruktor sih iya mang KBY. . . Tapi kalo jurdun tetap Opa Giacomo Agostini. . . Kalo enggak, Catatannya Opa Giacomo berarti cuma 14 kali juara dong. . . Coba saya cek 😀

      • Oia jurduna si giacomo…konstruktorna Honda…itu maksudna…

        Kalau kedua dua motor dan rider nah mgkin bener si Yamaha…

    • Sebenernya bukan peralihan kang, Tapi karena waktu itu 2-Tak sukses, dan motor 4-Tak dibatasi jumlah piston nya… Akhirnya jadi pada ikutan main 2-Tak semua deh, Kejadiannya di tahun 1975 habis Yamaha YZR500 jadi juara… Setelah itu, Pada ikutan main 2-Tak semua 🙂

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s